Di era transformasi digital, kegagalan aplikasi jarang terjadi karena teknologi yang buruk. Lebih sering, kegagalan muncul karena satu hal sederhana: manusia tidak nyaman menggunakannya.
- Form terlalu rumit.
- Menu membingungkan.
- Fitur banyak, tapi tidak relevan.
Pengguna frustrasi — lalu berhenti menggunakan aplikasi.
Di sinilah ISO/IEC 9241-210:2019 menghadirkan pendekatan Human-Centered Design (HCD), sebuah standar internasional yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan sistem digital.
Bukan teknologi yang dikejar terlebih dahulu, tetapi kebutuhan nyata pengguna.
Apa Itu Human-Centered Design (HCD)?
Human-Centered Design adalah pendekatan pengembangan sistem digital yang berfokus pada:
- Kebutuhan dan perilaku nyata pengguna
- Kenyamanan, efektivitas, dan kepuasan
- Pengurangan kesalahan dan stres saat penggunaan
- Aksesibilitas bagi berbagai tipe manusia
Tujuan HCD bukan sekadar membuat aplikasi berjalan, tetapi memastikan sistem:
- Mudah digunakan
- Cepat dipahami
- Nyaman dipakai dalam jangka panjang
- Disukai pengguna
Aplikasi yang baik bukan yang paling canggih, tetapi yang terasa paling alami bagi manusia.
Mengapa HCD Sangat Penting untuk Bisnis Digital?
Organisasi yang menerapkan Human-Centered Design merasakan dampak langsung pada kinerja bisnis:
- Produktivitas meningkat – pengguna bekerja lebih cepat dan minim kesalahan
- Biaya support menurun – user tidak terus-menerus bertanya atau komplain
- Kepuasan pelanggan naik – aplikasi dipakai secara konsisten
- Brand makin kuat – produk terasa profesional dan ramah manusia
Contoh sederhana:
Aplikasi kasir yang jelas dan cepat digunakan membuat antrean lebih singkat, pelanggan lebih puas, dan omzet meningkat.
Enam Prinsip Utama Human-Centered Design
- Desain Berangkat dari Pengguna Nyata
Bukan dari asumsi developer.
Yang dipahami secara serius:
- Siapa penggunanya
- Kemampuan teknologinya
- Lingkungan tempat sistem digunakan
Contoh nyata:
Aplikasi absensi karyawan lapangan seharusnya satu klik scan wajah, tombol besar, dan bisa offline — bukan penuh menu teknis.
- Pengguna Dilibatkan Sejak Awal
Bukan baru dites saat sistem sudah jadi.
Melalui:
- Wawancara pengguna
- Uji prototype
- Observasi langsung
Masukan sederhana seperti “tombol terlalu kecil” sering menjadi kunci keberhasilan sistem.
- Desain Terus Dievaluasi
Bukan merasa sudah bagus menurut tim IT.
Melalui usability testing, banyak masalah tersembunyi terbuka — seperti pengguna bingung checkout di e-commerce — yang jika diperbaiki bisa langsung meningkatkan konversi.
- Proses Bersifat Iteratif
Desain bukan sekali jadi.
Pola HCD selalu:
Desain → uji → perbaiki → uji → sempurnakan
Seperti update aplikasi yang semakin baik setiap bulan.
- Fokus pada Pengalaman Menyeluruh
Bukan hanya fungsi berjalan.
HCD memperhatikan:
- Tampilan
- Alur yang alami
- Emosi pengguna
- Kenyamanan jangka panjang
Contoh: formulir panjang dibagi step-by-step dengan progress bar agar terasa ringan.
- Tim Multidisiplin
Tidak hanya programmer.
Idealnya melibatkan:
UX designer, pengguna, bisnis, IT, support, bahkan HR — agar solusi seimbang antara teknologi dan manusia.
Empat Tahapan Praktis HCD
- Memahami konteks penggunaan
Siapa pengguna, di mana dipakai, untuk tugas apa
- Menentukan kebutuhan pengguna
Harus cepat, simpel, minim kesalahan, aksesibel
- Membuat solusi desain
Sketsa, prototype, simulasi alur
- Menguji dan menyempurnakan
Observasi langsung dan perbaikan berulang
HCD dan Keberlanjutan Digital
Human-Centered Design juga mendukung sustainability:
- Ekonomi: sistem tidak cepat ditinggalkan
- Sosial: inklusif untuk semua kalangan (termasuk disabilitas)
- Lingkungan: sistem efisien, minim pemborosan
Produk yang nyaman dipakai cenderung bertahan lebih lama.
Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari
- Aplikasi perbankan: login biometrik, menu sederhana
- Sistem rumah sakit: antrean digital jelas, font besar
- Aplikasi internal kantor: dashboard ringkas, approval satu klik
Semua lahir dari prinsip HCD.
Penutup
HCD Bukan Tren — Ini Standar Global ISO/IEC 9241-210 menegaskan satu hal penting,Teknologi hebat tanpa memikirkan manusia akan sulit bertahan.
Human-Centered Design menghasilkan sistem yang:
- Efektif
- Efisien
- Disukai pengguna
- Minim komplain
- Berdaya saing tinggi
Singkatnya:
HCD adalah seni membangun teknologi yang terasa alami bagi manusia. Ingin Menerapkan HCD di Organisasi Anda? Untuk informasi lebih lanjut mengenai Human-Centered Design (HCD) atau ISO/IEC 9241-210, silakan menghubungi:
PT Intra Asia Worldwide (WQA)
📞 0811 1496 821 atau email jakarta@wqa-sea.com
