Language : English Indonesian Filipino Japanese Korean Malay Thai Chinese (Simplified) Chinese (Traditional)
Find Us :    Facebook Icon Twitter Icon Gplus Icon Youtube Icon Linkedin Icon

Mengelola Risiko Dengan ISO 31000:2018

Pada tahun 2018 ini ISO telah mengeluarkan standar sistem manajemen risiko versi terbarunya. Penerapan ISO 31000 diharapkan dapat membantu sebuah perusahaan untuk dapat mengelola risiko yang timbul dari internal maupun eksternal , perusahaan dituntut bisa menghadapi atau menyelesaikan masalah tersebut.

Pada dasarnya Risiko menjadi bagian yang tetap ada dalam setiap aktivitas. Dan dapat dikatakan bahwa masalah atau krisis yang terjadi dalam sebuah perusahaan merupakan kegagalan para pimpinan atau manajemen eksekutif untuk mengelola risiko secara efektif.

Risiko tentu saja dapat muncul dari berbagai macam sumber, ketidakpastian pasar keuangan, ancaman dari kegagalan proyek ,masalah hukum, risiko kredit, kecelakaan, ataupun bencana alam. risiko tersebut tentu saja juga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Berikut adalah tips mudah mengelola risiko:

  1. Melakukan Identifikasi Risiko
  2. Melakukan Analisa Berdasar Kerugian
  3. Melakukan Kontrol Risiko
  4. Monitoring dan Review

Manfaat Melakukan Manajemen Risiko :

  1. Sebagai Bahan Evaluasi & Keputusan Bisnis
  2. Peningkatan Produktivitas & Keuntungan
  3. Memudahkan Estimasi Biaya

Untuk dapat mengatasi atau mengelola risiko  perlu adanya sebuah strategi yang tertata dengan baik. dengan memahami ISO 31000 nantinya sebuah perusahaan memiliki langkah dalam mengatasi sebuah resiko atau masalah.

Perusahaan dituntut untuk selalu waspada akan segala isu yang ada. Sebuah isu adalah sebuah gejala dari datangnya sebuah risiko atau bahkan krisis yang akan melanda. Sebuah isu tentu tidak selalu memiliki gejala tapi setidaknya setelah mengenal jenis-jenis risiko dalam bisnis kita akan tahu di mana fokus Anda akan tertuju jika resiko tersebut terjadi.

wqa-apac.com

Categories: News

Comments are closed